BLH Kota Probolinggo    "SI JUPPE"   S emangat,  I novatif,  J u jur,  P rofesional,  P e duli

Pelatihan Pembuatan Briket Bagi Pemulung

Walikota Probolinggo, H.M. Buchori, pagi ini (27/07) membuka secara resmi acara sosialisasi dan pelatihan daur ulang sampah dan penggunaan sumber energi alternativ (briket) di Puri Manggala Bhakti Pemerintah Kota Probolinggo yang diikuti oleh ratusan pemulung dari seluruh Kota Probolinggo.

Dalam laporannya, Kepala Pusat Informasi dan Pendidikan Lingkungan Hidup BLH, Diah Sajekti, mengatakan bahwa tujuan sosialisasi pelatihan daur ulang sampah ini adalah untuk memberikan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan kepada pemulung tentang kegunaan dan manfaat daur ulang sampah, mengingat pemulung adalah pahlawan kebersihan tanpa tanda jasa. " Tujuan lainnya adalah mengurangi pencemaran tanah,air, dan udara serta menurunnya kualitas lingkungan, memberikan nilai tambah dan peningkatan pendapatan bagi pemulung" kata Diah Sayekti.

Sementara itu Walikota H.M.Buchori dalam sambutannya mengatakan bahwa, untuk mengantisipasi terjadinya kerugian, baik bagi kesehatan maupun lingkungan, diperlukan upaya pencegahan dan antisipasi terhadap permasalahan sampah. " Upaya tersebut adalah 3R, yang pertama adalah Reduce adalah pola perilaku yang dapat mengurangi produksi sampah, kedua adalah Reuse menggunakan kembali barang yang masih dapat digunakan, dan Recycle yaitu mengolah kembali dengan cara memanfaatkan barang bekas" terang Walikota. Lebih lanjut menurut H.M. Buchori, langkah di atas diharapkan mampu mengurangi, bahkan meminimalisir sampah yang masuk ke TPA.

Setelah pembukaan acara dilajutkan dengan sosialisasi, yang menghadirkan 3 (tiga) narasumber diantaranya duta lingkungan hidup Asia Pasifik Vanisa Santoso, yang menyampaikan materi daur ulang sampah, Deni Noviantoro dari CV Legra Godeo yang menyampaikan materi pemilahan plastik, dan narasumber ke tiga adalah Papesa (paguyuban peduli sampah) yang mengajari pemanfaatan komposer dalam pengelolan sampah.

Narasumber pertama yaitu duta lingkungan hidup Asia Pasifik, Vania Santoso, mengatakan bahwa barang daur ulang jangan sekedar asal buat, harus unik, berguna dan rapi, serta sesuai selera permintaan. " Sampah bisa kita olah lagi, dan mendapatkan hasil yang lebih bermanfaat, jangan sia-siakan sampah, dan jangan sengaja membuang sampah untuk produk-produk yang akan kita buat" kata Vania. Sementara itu narasumber kedua, Deni Noviantoro, mengatakan bhawa setiap sampah plastik mempunyai nilai, dan narasumber ke tiga dari Papesa lebih banyak mengajarkan teknis memanfaatkan sampah, menjadi barang-barang yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Sumber Berita
Baca Selengkapnya...

Konsultasi Publik Kerjasama GIZ Jerman

Berangkat dari kekhawatiran akan dampak perubahan iklim yang terjadi beberapa tahun terkahir ini, Pemerintah Kota Probolinggo kembali memperkuat kerjasamanya dengan pemerintah Jerman (baca: Tim Paklim GIZ) dalam wujud program Konsultasi Publik Rencana Aksi Perubahan Iklim Kota Probolinggo 2012.

Kegiatan yang dihelat Kamis lalu (12/8) di Aula Dinas Pendidikan sekitar pukul 8 pagi ini, dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Walikota Probolinggo, HM. Buchori SH. M.Si.Selain Walikota Buchori, tampak hadir pula Ketua Komisi C DPRD Kota Probolinggo, Haris Nasution, dan narasumber dari Paklim GIZ Jerman, Yoke

Selain sebagai sarana pemaparan kegiatan Pokja Paklim (Kelompok Kerja Dampak Lingkungan dan Iklim) Kota Probolinggo sejak melaksanakan kerja sama dengan GIZ, program ini juga dimaksudkan sebagai pendukung komitmen pemerintah pusat sebagai salah satu solusi perubahan iklim dengan rencana penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 18 % (Program Nasional sebesar 26%) pada tahun 2020 dan sebagai sarana sharing program aksi adapatasi dan mitigasi bersama dengan warga masyarakat Kota Probolinggo.

“Tujannya tentu saja adalah untuk semakin memantapkan komitmen Pemkot Probolinggo dalam hal kepedulian lingkungan. Khususnya membuka pengetahuan dan pemahaman kita semua tentang pelestarian lingkungan yang bersumber pada 8 pokok metifasi (metigasi dan adaptasi, red.).” ujar Kepala BLH, Budie Krisyanto di sela-sela acara kepada Suara Kota.

Kegiatan yang dihadiri oleh kurang lebih 100 orang undangan (terdiri dari SKPD, perwakilan 5 Kecamatan, mitra BLH, media massa, perguruan tinggi, IUWASH dan AUSAID, perwakilan BLH Kabupaten Probolinggo, LPM Kecamatan, Forum Lalu Lintas, Gapoktan, dll.) ini merupakan kegiatan tindak lanjut (program intermediet) dari perjanjian kerjasama (MoU) antara Pemkot dan Paklim GIZ Jerman yang ditandatangani 13 Desember 2010 silam di Surabaya.

Tercatat, selain Kota Probolinggo, hanya 4 kota saja di Jawa Timur yang mendapatkan rekomendasi dari Kementrian Lingkungan Hidup untuk mendapatakan bantuan teknis terkait perubahan iklim, antara lain: Kota Malang, Kota Pasuruan dan Mojokerto. Dan di tahun 2012 ini, akan menyusul Pemerintah Kota Blitar.

“Kami (Pemerintah Kota Probolinggo, red.) menyadari bahwa kota, dalam hal ini wilayah perkotaan merupakan penghasil 2/3 emisi CO2 dan diperkirakan terus bertambah seiring degan bertambahnya jumlah penduduk, industri, transportasi, jumlah timbunan sampah, dll. Ini masalah. Ini permaslahan. Tapi sebagai kota yang berkelanjutan, sebagai sustainable city, kami sebagai pemerintah harus punya jalan keluar tentang bagaimana memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi di masa mendatang,” papar Budie Kris di hadapan para undangan dan peserta yang hadir dalam kegiatan konsultasi publik pagi itu.

“Artinya adalah dengan memperbaiki atau mencegah kehancuran lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dengan memperhatikan keadaan sosial,” imbuh pria yang dikenal sangat dekat dengan bawahannya ini.

Lebih lanjut Budie Kris menjelaskan bahwa perubahan iklim tidak bisa dicegah, tapi bagaimana masyarakat punya ketahanan yang tinggi terhadap perubahan iklim. “Membangun kota yang punya ketahanan tinggi terhadap perubahan iklim,” ungkapnya jujur.

Menimpali apa yang sudah disampaikan oleh Budie Kris, dalam sambutannya, perwakilan Paklim GIZ Jerman pun mengapresiasi tinggi dengan komitmen Pemerintah Kota Probolinggo, terutama komitmennya terhadap kelestarian lingkungan.

“Saya sangat mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Proboliggo untuk mengurangi efek kaca yang akan dibahas dan dirumuskan dalam rencana aksi pagi ini. Yakni 18% dari 26% level nasional. Ini langkah yang baik dan cukup berani bagi saya,” sambut Yoke antusias pagi itu.

Namun lebih lanjut Yoke juga mengungkapkan bahwa keberhasilan program ini bukan terletak pada komitmen belaka, tapi juga bagaimana pemerintah kota dapat mengkomunikasikan program dan komitmen tersebut kepada masyarakat untuk, dalam rangka meningkatkan kesadaran, dan menjadi wujud bersama yang nyata.

Dalam sambutannya di hadapan Walikota Buchori pun, Yoke berharap bahwa nantinya peserta dapat aktif memberikan sumbangan pemikirannya terhadap rumusan aksi yang akan digunakan sebagai dasar pijakan oleh Pemerintah Kota Probolinggo dalam melaksanakan aksinya.

“Dan saya berharap para peserta, dapat memberikan kontribusi pemikiran secara aktif dalam forum yang digelar pagi ini,” harap Yoke dalam bahasa Inggris yang kemudian dialih bahasakan oleh penerjemah yang memang sudah disediakan oleh BLH, agar lebih mudah dipahami oleh para peserta rencana aksi.

Memang, dalam diskusi panel yang berlangsung setelah acara pembukaan tersebut, nantinya para peserta dibagi ke dalam 4 kelompok, dan masing-masing kelompok peserta akan dipandu oleh pemandu diskusi dalam membahas dan mengidentifikasi mengenai peran stakeholder terhadap aksi perubahan iklim di Kota Probolinggo, baik dari sektor transportasi, penguatan kapasitas kelmbagaan masyarakat, pengolahan sampah, konservasi sumber daya air dan ruang terbuka hijau serta penghematan energi.

Walikota Probolinggo sendiri, dalam sambutannya, berharap bahwa kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik.

“Saya berharap kegiatan ini dapat berlangsung baik dan lancar, serta dapat menghasilkan perubahan yang positif bagi Kota Probolinggo, khususnya bagi ketahanan masyarakat dalam menghadapi efek dari perubahan iklim yang terjadi saat ini.” harap Walikota Buchori.

Sebagai rencana tindak lanjut, kegiatan konsultasi publik rencana aksi perubahan iklim ini akan berlanjut pada aksi nyata dan workshop dengan tema “Bagaimana mewujudkan Probolinggo sebagai Kota Berketahanan terhadap Perubahan Iklim”. Sumber Berita
Baca Selengkapnya...

Antisipasi Perubahan Iklim

Dalam rangka identifikasi stakeholder aksi perubahan iklim Kota Probolinggo, kemarin (12/7) Pemkot melalui BLH, menggelar diskusi panel di Aula Dispendik.

Diskusi panel di awali dengan pemaparan perubahan iklim oleh Kepala BLH Budi Krisyanto, menurut Kepala BLH ada 8 strategi terpadu perubahan iklim Kota Probolinggo. Di iantaranya menciptakan sistim tranportasi yang efektif dan efisien, meningkatkan pengendalian penggunaan energi pada bangunan Pemerintah terutama PJU dan air bersih, meningkatkan konservasi sumberdaya air dan hutan.

"Strategi lainnya adalah meningkatkan pengolahan sampah dan air limbah secara terpadu, meningkatkan produktifitas tanaman melalui pengendalian hama dan penyakit secara alami, serta meningkatkan pembinaan peran serta masyarakat, dalam pengehematan energi," kata Budi Krisyanto.

Setelah pemaparan dari Kepala BLH, acara dilanjutkan dengan diskusi panel, yang di bagi dalam 4 kelompok, yaitu kelompok A, B, C, dan kelompok D. Masing-masing kelompok punya pembahasan yang berbeda, dan hasil dari diskusi panel, dalam waktu dekat direncanakan akan ada pertemuan, dengan ebberapa paguyuban diantarannya paguyuban abang becak, paguyuban PKL, dan setelah lebaran hasil dari diskusi panel akan di bawa ke dalam forum yang lebih besar, yaitu forum lokakarya. Sumber Berita
Baca Selengkapnya...

SEMIPRO Gelar Kontes Bonsai Bertaraf Nasional

Dalam rangka berpartisipasi dalam event SEMIPRO (Seminggu di Kota Probolinggo), Badan Lingkungan Hidup Kota Probolinggo bekerjasama dengan Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Probolinggo menyelenggarakan kontes tanaman bonsai yang dilaksanakan mulai hari Sabtu (23/06) di Gedung Olah Raga Kedupok. Acara ini diselenggarakan untuk menumbuh kembangkan dan memasarkan seni bonsai kepada masyarakat ini diikuti oleh penggemar bonsai se-Jawa Timur. Adapaun klasifikasi penilaian yang ditetapkan oleh panitia meliputi segi penampilan, segi gerak dasar, segi keserasian dan segi kematangan. Dari klasifikasi tersebut akan dipilih 10 terbaik tanaman bonsai dan the best in show. Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia Cabang Probolinggo menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Probolinggo karena dengan diwadahinya /disupportnya kegiatan ini akan memperkenalkan dan menumbuhkan seni bonsai kepada masyarakat Kota Probolinggo. “Paguyuban sangat membutuhkan dukungan dari Pemerintah, baik dari segi pelatihan maupun bantuan peralatan,” terang Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia Cabang Probolinggo. Sumber Berita
Baca Selengkapnya...

Lestarikan Lingkungan Melalui Lomba Mural

Mural adalah cara menggambar atau melukis di atas media dinding, tembok atau permukaan luas yang bersifat permanen lainnya. Mural merupakan sarana meningkatkan rasa cinta dan kebersamaan dalam memelihara serta melestarikan lingkungan. Untuk itu Badan Lingkungan Hidup Kota Probolinggo dalam rangka menyemarakkan SEMIPRO 2012, menyelenggarakan lomba mural/lukis dinding tingkat pelajar SMP dan SMA/sederajat yang dilaksanakan pada hari Selasa 26 Juni 2012 bertempat di Gedung Olah Raga Kedupok.

Lomba Mural/Lukis Dinding tersebut mengambil tema lingkungan hidup dan bertujuan untuk memfasilitasi kreatifitas pelajar dalam kesenian khususnya seni lukis dan mengkampanyekan pentingnya lingkungan hidup bagi warga Kota Probolinggo.

Perlombaan ini diikuti oleh 22 kelompok dari target 80 kelompok. Adapun aspek yang dinilai oleh juri meliputi komposisi bentuk dan warna, indah dan artistik serta harmoni dalam rupa.

Event kali ini disediakan 8 (delapan) hadiah lomba berupa uang tunai beserta trophy dan piagam. Sumber Berita
Baca Selengkapnya...

''Tasyakuran ADIPURA ke-6 Merupakan Prestasi Gemilang'', HM. Buchori

Sebagai wujud syukur atas keberhasilan diraihnya penghargaan Adipura yang keenam kalinya oleh Kota Probolinggo, maka Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Probolinggo Rabu (13/6) bertempat di Halaman depan BLH Kota Probolinggo menyelenggarakan tasyakuran penerimaan anugerah Piala Adipura tahun 2012. Tasyakuran ini dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, DPRD Kota Probolinggo, TP PKK, (Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga), Dharma Wanita, Pimpinan Unit Kerja di Lingkungan Pemkot Probolinggo, Kepala Sekolah penerima penghargaan Adiwiyata, Mitra BLH, dan pegawai BLH.

Iringan musik tampilan dari Bayuangga Band membuat suasana Tasyakuran lebih hidup yang dilanjutkan laporan pembuka yang dibacakan oleh Kepala BLH, Budi Krisyanto, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Walikota, HM Buchori sebagai undangan VIP yang didampingi Wakil Walikota Probolinggo, H. Bandyk Soetrisno, dan Sekda, H. Johny Haryanto menempati podium yang telah disediakan.

HM. Buchori membagi wawasan dan ilmu tentang kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang dilimpahkan Tuhan YME merupakan titipan kepada kita semua agar dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang, oleh sebab itu pemanfaatan hasil bumi serta pengelolahan lingkungan menjadi tanggung jawab kita bersama. Sehubungan dengan itu himbauan untuk bersama – sama melestarikan lingkungan hidup perlu terus digalakan dan laksanakan dalam kehidupan sehari – hari.

“Peringatan Hari Lingkungan Se – Dunia tahun 2012 dengan tema Green Economy : Does Include You yang disesuaikan dengan tema nasional menjadi Ekonomi Hijau Ubah Perilaku Tingkatkan Kualitas Lingkungan, telah membuahkan hasil berupa prestasi yang gemilang untuk Kota Probolinggo, diantaranya penghargaan Adipura ke – 6, Adiwiyata Mandiri, Adiwiyata Nasional, WTN (Wahana Tata Nugraha), WTP (Wajar Tanpa Pengecualian), Pasar Terbaik Adipura (2011 – 2012), Terminal Terbaik Adipura (2011 – 2012), dan SLHD (Status Lingkungan Hidup Daerah) Terbaik Nasional. Semuanya itu tercapai atas kerja keras dari pemerintahan serta dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat Kota Probolinggo,”, ungkap HM. Buchori diselingi dengan tepuk tangan para undangan yang begitu antusias dan baggga sebagai masyarakat Kota Probolinggo. Sumber Berita
Baca Selengkapnya...

Acara Tasyakuran Atas Diraihnya Adipura Ke-6 Kota Probolinggo di Halaman BLH

Atas keberhasilan diraihnya penghargaan ADIPURA yang keenam kalinya oleh Kota Probolinggo, maka Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Probolinggo Rabu (13/6) bertempat di Halaman depan BLH Kota Probolinggo menyelenggarakan tasyakuran penerimaan anugerah Piala Adipura tahun 2012.

Tasyakuran ini dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, DPRD Kota Probolinggo, TP PKK, (Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga), Dharma Wanita, Pimpinan Unit Kerja di Lingkungan Pemkot Probolinggo, Kepala Sekolah penerima penghargaan Adiwiyata, Mitra BLH, dan pegawai BLH. Iringan musik tampilan dari Bayuangga Band membuat suasana Tasyakuran lebih hidup yang dilanjutkan laporan pembuka yang dibacakan oleh Kepala BLH, Budi Krisyanto, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Walikota, HM Buchori sebagai undangan VIP yang didampingi Wakil Walikota Probolinggo, H. Bandyk Soetrisno, dan Sekda, H. Johny Haryanto menempati podium yang telah disediakan.

Walikota Probolinggo HM. Buchori SH. MSi memberikan wawasan dan ilmu tentang kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang dilimpahkan Tuhan YME merupakan titipan kepada kita semua agar dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang, oleh sebab itu pemanfaatan hasil bumi serta pengelolahan lingkungan menjadi tanggung jawab kita bersama.

Sehubungan dengan itu himbauan untuk bersama-sama melestarikan lingkungan hidup perlu terus digalakan dan laksanakan dalam kehidupan sehari-hari. “Peringatan Hari Lingkungan se-Dunia tahun 2012 dengan tema Green Economy : Does Include You yang disesuaikan dengan tema nasional menjadi Ekonomi Hijau Ubah Perilaku Tingkatkan Kualitas Lingkungan, telah membuahkan hasil berupa prestasi yang gemilang untuk Kota Probolinggo, diantaranya penghargaan Adipura ke-6, Adiwiyata Mandiri, Adiwiyata Nasional, WTN (Wahana Tata Nugraha), WTP (Wajar Tanpa Pengecualian), Pasar Terbaik Adipura (2011-2012), Terminal Terbaik Adipura (2011-2012), dan SLHD (Status Lingkungan Hidup Daerah) Terbaik Nasional.

Semuanya itu tercapai atas kerja keras dari pemerintahan serta dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat Kota Probolinggo,”, ungkap HM. Buchori diselingi dengan tepuk tangan para undangan yang begitu antusias dan baggga sebagai masyarakat Kota Probolinggo. Sumber Berita
Baca Selengkapnya...

Kirab Adipura 2012

Kota Probolinggo berpesta! Demikianlah ungkapan yang pantas terlontar untuk Kota yang berjuluk Kota Seribu Taman ini. Bergelimang prestasi secara bertubi-tubi bikin pemerintah dibawah pimpinan HM Buchori ini mengarak beberapa piala berkeliling kota (9/6). Kirab yang diikuti oleh ribuan warga masyarakat Kota Probolinggo ini, melibatkan segenap elemen masyarakat. Mulai dari pejabat, FKPD, guru dan siswa sekolah-sekolah Adiwiyata, Tim Pengerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan, kader lingkungan, komunitas sepeda onthel Zhoek Mbloezoek, PKL, tukang becak hingga satu pleton dari TNI dan Polri pun turut tumpah ruah mengarak piala bergengsi yang sudah enam kali berturut-turut diraih oleh Kota Mangga ini.

“Dengan ragam raihan prestasi ini, saya mewakili Pemerintah Kota Probolinggo, mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya terhadap dukungan seluruh warga masyarakat Kota Probolinggo. Yang sudah dengan segenap hati, dengan keringanan tangan, mendukung penuh segala program-program dan kebijakan Pemerintah.” Ujar Walikota Probolinggo HM. Buchori ketika memberi sambutan dalam apel pagi, yang dilaksanakan sesaat sebelum gelaran kirab dimulai.

Seperti yang disampaikan oleh Walikota Buchori, hari itu Kota Probolinggo tidak hanya mengirap piala Adipura semata, melainkan juga piala Wahana Tata Nugraha (WTN), 4 piala Adiwiyata Mandiri, 5 piala Adiwiyata Nasional , plakat untuk pasar dan terminal terbaik nasional, termasuk juga penghargaan Wajar Tanpa Perkecualian (WTP) yang diberikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Timur bulan lalu (7/5).

Ada lebih dari 12 kendaraan dengan bak terbuka yang dipakai untuk membawa seluruh piala. Walikota Buchori tampak berada di mobil terdepan bersama istri yang juga merupakan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Probolinggo, Hj. Rukmini Buchori, membawa dan memamerkan piala Adipura ke-6 yang berhasil diraih sejak tahun 2007 silam.

Di sepanjang rute yang dilalui oleh kepala daerah, Walikota Buchori dan Rukmini Buchori, mendapatkan sambutan yang luar biasa dari warga. Di belakang Walikota Buchori iring-iringan mobil yang ditumpangi oleh anggota FKPD, Wawali Bandyk Soetrisno dan istri, serta oleh kepala-kepala dinas. Begitu juga dengan sekolah-sekolah yang meraih Adiwiyata, mereka juga mengendarai mobil sembari memamerkan piala Adiwiyata yang diterimanya.

Kirab yang dimulai di Aloon-aloon ini melewati beberapa ruas jalan, di antarany: Jl. KH. Mansyur, Jl. Gatot Subroto, Jl. Pahlawan, Jl. Cokroaminoto, Jl. Slamet Riyadi, Jl. Kapuas, Jl. Brantas, Jl. Soekarno Hatta dan Jl. Panjaitan.

Gelaran kirab dan apel yang digelar sebagai wujud peringatan atas Hari Lingkungan Hidup Sedunia (5 Juni), yang di tahun 2012 ini mengambil tema “World Environtment Day, Green Economy: Does it include you?”, dilaksanakan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur Pemkot Probolinggo atas prestasi yang telah dicapai di bidang lingkungan hidup, tata kelola transportasi dan akuntabilitas di pelaporan keuangan.

“Prestasi ini adalah buah kerja kita bersama, seluruh masyarakat Kota. Dan perstasi ini layak kita pertahankan di tahun-tahun mendatang,” pungkas orang nomor satu di Kota Probolinggo ini. Sumber Berita
Baca Selengkapnya...

Wali Kota Ajak Tanam Pohon

Pemkot menggelar apel peringatan hari lingkungan hidup se-dunia tahun 2012, yang diikuti oleh hampir 600 peserta upacara, di Alun-Alun Kota Probolinggo. Bertindak sebagai inspektur upacara Walikota H.M.Buchori, dengan komandan upacara Kabid Lalu lintas angkutan jalan (LLAJ) Dishub Budi Harjanto.

Apel diikuti oleh Ketua TP PKK yang juga anggota DPR RI Hj. Rukmini Buchori, Wawali Bandyk Soetrisno beserta istri Hj Kusmiyati Bandyk Soetrisno, Sekda Johny Hariyanto, seluruh Kepala SKPD, anggota forum koordinasi pimpinan daerah, anggota Kodim dan Yon Zipur, anggota kepolisian, pelajar sekolah adiwiyata, karyawaan dan karyawati Pemkot, serta mitra BLH.

Dalam laporannya Kepala BLH Budi Krisyanto mengatakan, maksud dan tujuan dilaksanakan apel ini adalah memperingati hari lingkungan hidup se-dunia tahun 2012, yang jatuh setiap tanggal 5 Juni. "Apel ini juga sebagai ungkapan rasa syukur bahwa Kota Probolinggo, telah memperoleh penghargaan dari Presiden baik itu Adipura dan Adiwiyata, serta serta mengubah perilaku untuk hidup sehat" Kata Budi Krisyanto.

Sementara itu Walikota H.M.Buchori dalam sambutannya mengatakan bahwa, sehat dan bugar ada 5S, diantaranya makan sehat, lingkungan, aktivitas, berfikir dan lingkungan sehat. "Sehari-hari harus ada tindak lanjut terhadap lingkungan, ajak semua masyarakat untuk menanam pohon, sesuai dengan intruksi Bapak Presiden, ayo menanam pohon kita gaungkan setiap hari di Kota Probolinggo," kata Buchori. Sumber Berita
Baca Selengkapnya...

Adipura Dikirab Keliling Kota

Sekitar pukul 06.30 WIB, kirab Adipura dilakukan dengan mengambil start dan finish di depan stasiun Kota Probolinggo. Kirab Adipura tahun 2012 kali ini mengambil rute alun-alun, Jl Kyai Mansyur, dr Sutomo, Gatot Subroto, Pahlawan, Cokroaminoto, Slamet Riyadi, Kapuas, Brantas, Soekarno Hatta, Jalan Panjaitan dan finish kembali di Alun-alun.

Urutan kirab diawali dengan mobil patwal, disusul mobil suara kota, pasukan pembawa bendera merah putih, mobil piala adipura yang di naiki oleh Walikota H.M.Buchori beserta istri Hj Rukmini Buchori, mobil piala Adiwiyata yang dinaiki oleh Wawali beserta istri Hj Kusmiyati Bandyk Soetrisno, mobil piala Wahana Tata Nugraha (WTN) yang dinaiki oleh Sekda Johny Hariyanto beserta Asisten Perekonomian Matalil dan Kadishub Sunardi, mobil piala Wajar tanpa pengecualian yang dinaiki oleh Asisten Administrasi Didik Sunaryoto beserta Kepala DPPKA Imam Suwoko, forum koordinasi pimpinan daerah, Kepala SKPD, Kabid, Kepala UPT serta Kasubid BLH, petugas lapangan BLH, dan terakhir adalah karyawaan dan karyawati Pemkot, PKK, Dhaarma Wanita ( Kelurahan, Kecamatan, Kota ) dan terakhir adalah perusahaan.

Adipura yang didapat Kota Probolinggo tahun 2012 kali ini, merupakan Adipura yang ke-6 kalinya secara beruntun, dan 9 sekolah tercatat meraih piala adiwiyata. Tercatat 4 sekolah yang mendapatkan Adiwiyata Mandiri diantaranya, SDN Sukabumi 6, SDN Mangunharjo 6, SMPN 4, serta SMAN 4. Sementara SDN Mangunharjo 12, SDN Sumberwetan 2, SMPN 10, SMAN 1, dan SMAN 3 meraih Adiwiyata Nasional, serta pelakat pasar dan terminal terbaik kategori kota sedang Nasional, sertaa dokumen status lingkungan hidup daerah (SLHD) 6 besar Nasional. Sumber Berita
Baca Selengkapnya...
Informal Meeting Forum (IMF)
Dewan Pembangunan Berkelanjutan (DPB)
Forum Jaringan Manajemen Sampah (FORJAMANSA)
Paguyuban Eco Pesantren
Paguyuban Kader Lingkungan (PAKERLING)
Paguyuban Putri Lingkungan (PUTLING)
Kelompok Masyarakat Pemilah Sampah (POKMAS)
Paguyuban Peduli Sampah (PAPESA)
Penyandang Cacat Peduli Lingkungan Kota Probolinggo (PECEL KOPROL)
Komunitas Pelestari Keanekaragaman Hayati (KOMTARI KEHATI)
Paguyuban Penarik Gerobak Sampah Cekatan Riang Inovatif Amanah (PGS CERIA)
Paguyuban Abang Becak Peduli Lingkungan (ABPL)

Pencarian Artikel

Loading...

Jumlah Kunjungan

About Me

My Photo
By the middle of 2005, the management of environment in Probolinggo city was implemented by 2 (two) units which were subdivision for public cleaning services and parks of Public Works Agency of Probolinggo City and the Office of Environment of Probolinggo City. But in August 2005, considering to the aspects of effectiveness in administration, coordination, budget management dan program operations, then those two units were merged into 1 (one) new governmental institution namely the Agency of Public Cleaning Services and Environment (DKLH) of Probolinggo City. Then, in accordance to the institutional restructure of central and regional government, on July 1st 2008, the Agency of Public Cleaning Services and Environment (DKLH) of Probolinggo City was changed into the Environment Agency (BLH) of Probolinggo City.